Detail Berita

Sejarah Desa Bakalan

Menelusuri sejarah terwujudnya Desa Bakalan yang bersumber dari peninggalan, situs sejarah atau temuan benda-benda purbakala lainnya untuk dipakai sebagai petunjuk dasar penentuan Kapan Cikal Bakal bedah alas Bakalan adalah sulit untuk dibuktikan karena bukti-bukti tersebut sampai saat ini tidak pernah ditemukan sehingga bahan-bahan atau sumber-sumber lain yang dipakai adalah cerita dari para pinisepuh / pendahulu dan para leluhur desa. Dari sumber tersebut dipercayai bahwa cikal bakal Bakalan bermula dari suatu tempat / lokasi yang disebut tanah EMBAK (tanah yang berair serta berlumpur).

Konon disuatu tempat sumber air dan  tanah yang berair serta berlumpur datanglah seseorang dari suku jawa yang mendiami dan  mendirikan pesanggrahan di tempat tersebut untuk mulai mbakali / babat / membuka alas di sekitar aliran sumber air tersebut. 

Dari cerita sumber-sumber yang dipercaya bahwa orang tersebut tidak diketahui namanya, dari mana asalnya dan wafatnya dimana. Tetapi di tempat tersebut dan sekarang masih ada terdapat sebuah pohon / wit kembang suko, maka oleh orang-orang sekitar orang tersebut terkenal / diberi nama SUKO atau MBAH SUKO.

Dipercayai oleh penduduk sekitar bahwa tempat itu bukanlah sebuah makam / punden, tetapi merupakan tempat peristirahatan / pesanggrahan yang juga digunakan sebagai tempat / altar acara ritual menanam dan panen padi. Ritual Acara menanam dan panen padi disebut SADRAN, sedangkan tempat untuk ritual disebut SADRANAN. Dalam perkembangannya Sadranan juga dipergunakan untuk acara tasyakuran / kirim doa untuk para leluhur pada acara bersih desa, atau syukuran hajat perorangan.

Mbah Suko dipercayai sebagai orang yang wiwiti / mbakali bedah krawang desa. Dari kata Embak yang berarti tanah berair dan berlumpur serta kata Mbakali yang berarti memulai,  maka daerah tersebut diberi nama MBAKALAN. Kata mbakalan sendiri dalam perkembangan ejaannya disebut BAKALAN.

Berita Terkait